Halo!! Blog Intan kembali lagi setelah sekian lama dianggurin. Jadi, mengawali tulisan di blog ini, mama akan bercerita tentang Intan yang beberapa hari ini dia menanyakan kabar bu Warni. Guru TK Intan saat dia di kelas A1.
| Berbalas WA dgn bu warni |
Pengalaman anak sakit ketika lebaran~ ini kami alami disaat idul fitri kemarin loh. Eh sebelumnya minal aidzin wal faidzin ya... Mohon maaf lahir dan batin dari kami.
Nggak nyangka kalau momen hari raya kami harus dipusingkan dengan Intan yang demam dilanjut diare pas hari H. Demamnya bermula dari malam takbiran setelah dia ikut takbir keliling desa. Masih pakai kostum carnival dan heppy banget anaknya. Lah, malam kisaran jam 10 kok ada demam dan dia nggak bisa tidur loh.
Sedihnya adalah termometer lagi rusak. Jadi mama nggak bisa memantau ada di suhu berapa derajad. Yang jelas Intan terus mengigau dan nggak bisa tidur. "mama.. aku takut tuyul!" Gutu terus.
Ternyata disaat takbir keliling itu dia lihat ada anak kecil berdandan ala tuyul. Sempet nangis dan nggak tahunya kok sampai kepikiran gitu. Istilah orang tua sih Intan sawanen gitu. Tomtomen dan berakibat beko alias rewel.
Dan ya begitulah, hari pertama lebaran kami lalui dengan rengekan manja serta bolak-balik kamar mandi karena diare. Panas naik turun dan diare terus sehingga kami memutuskan untuk stay di rumah saja dan tidak silaturahmi ke saudara.
Khawatir Dehidrasi
Ya, intensitas BAB Intan cukup sering dengan kondisi encer. Panik lah! Setiap badan panas pasti akan mencret dia. Ada stok pisang di kulkas, mama paksa untuk tetap makan dan minum barang sedikit. Biar nggak lemes.
Cairan oralit juga mama siapkan, sampai memang menanti perkembangannya baru kami bawa ke klinik. Beruntungnya, diare reda setelah kami bawa Intan ke Mbah Murni. Dan bantuan oralit terus mama berikan ke Intan. Sedih... Berat badannlangsung anjlog ðŸ˜.
Jadi ya... Lebaran memang ada yang kurang untuk tahun ini. Meski begitu, kondisi kesehatan anak tetap prioritas utama. Beruntungnya saudara memahami kenapa kami hanya stay di rumah. Semoga drama sakit di hari raya tidak terulang lagi ya...
Nggak nyangka kalau momen hari raya kami harus dipusingkan dengan Intan yang demam dilanjut diare pas hari H. Demamnya bermula dari malam takbiran setelah dia ikut takbir keliling desa. Masih pakai kostum carnival dan heppy banget anaknya. Lah, malam kisaran jam 10 kok ada demam dan dia nggak bisa tidur loh.
Sedihnya adalah termometer lagi rusak. Jadi mama nggak bisa memantau ada di suhu berapa derajad. Yang jelas Intan terus mengigau dan nggak bisa tidur. "mama.. aku takut tuyul!" Gutu terus.
Ternyata disaat takbir keliling itu dia lihat ada anak kecil berdandan ala tuyul. Sempet nangis dan nggak tahunya kok sampai kepikiran gitu. Istilah orang tua sih Intan sawanen gitu. Tomtomen dan berakibat beko alias rewel.
Dan ya begitulah, hari pertama lebaran kami lalui dengan rengekan manja serta bolak-balik kamar mandi karena diare. Panas naik turun dan diare terus sehingga kami memutuskan untuk stay di rumah saja dan tidak silaturahmi ke saudara.
Khawatir Dehidrasi
Ya, intensitas BAB Intan cukup sering dengan kondisi encer. Panik lah! Setiap badan panas pasti akan mencret dia. Ada stok pisang di kulkas, mama paksa untuk tetap makan dan minum barang sedikit. Biar nggak lemes.
Cairan oralit juga mama siapkan, sampai memang menanti perkembangannya baru kami bawa ke klinik. Beruntungnya, diare reda setelah kami bawa Intan ke Mbah Murni. Dan bantuan oralit terus mama berikan ke Intan. Sedih... Berat badannlangsung anjlog ðŸ˜.
Jadi ya... Lebaran memang ada yang kurang untuk tahun ini. Meski begitu, kondisi kesehatan anak tetap prioritas utama. Beruntungnya saudara memahami kenapa kami hanya stay di rumah. Semoga drama sakit di hari raya tidak terulang lagi ya...
#DapurMamaIntan : Memasak Saat Puasa Ibarat Sedang Uji Nyali
By Intania Kirana - Juni 02, 2019
#DapurMamaIntan : Memasak Saat Puasa Ibarat Sedang Uji Nyali ~ Kok bisa ma? Hahaha. Ya karena mama masih amatiran dalam hal memasak. Setiap belanja sama budhe Tun tukang sayur langganan pasti nanya resep dulu. Kalau nggak lihat cookpad. Terpujilah kecanggihan teknologi sehingga mau bikin ayam kecap aja harus lihat cookpad dulu.
Roberto Si Kelinci Hitam ~ Rumah kami kedatangan personil baru. Seekor kelinci hitam yang diberikan oleh Tante Fitri. Awalnya memang mama berniat membeli sepasang kelinci di Tante Fitri. Tapi ternyata, seekor kelinci hitam ini diberikan cuma-cuma untuk Intan. Wah... terimakasih Tante Fitri dan Dek Rafanda.
Jempolmu Harimaumu~ Kalimat itu santer banget aku dengar bahkan baca semenjak hidupku sudah terkontaminasi dengan social media. Katakanlah facebook sebuah sosial media yang siapa sih nggak kenal. Ya khan... Tapi kan ada banyak seperti twitter, instagram, whatsapp, line.
Blogger Perempuan Network: Karena Aku Cocok!
By Intania Kirana - November 23, 2018
Blogger Perempuan Network adalah salah satu komunitas blogger yang aku ikuti. Kebetulan di kota kecil ini wadah untuk komunitas yang mengulas tentang blogging dan perempuan itu belum ada. Ada sih komunitas blogger, hanya saja aku merasa kurang sreg. Paham kan dalam berkomunitas juga perlu rasa nyaman di mana topik perbincangan nggak hanya pamer traffic harian dan jumlah dolar yang di dapat tiap harinya.
Kenapa Intaniakirana[dot]com ~ Hellow bunda!!! masih semangat donk pastinya dengan #BPN30DaysChallenge ini. Dan karena aku memutuskan untuk ikut ya berusaha sekonsisten mungkin untuk bisa menyelesaikan sampai hari ke 30. Fighting!!!
Membangun sebuah blog itu mudah. Jika flashback ke beberapa tahun kemarin, semua berawal dari tugas kuliah dosen matematika aku. Thanks to Mr. Wahyudi atas rekomendasi tugasnya dengan platform blog sehingga aku terdampar di dunia blogging. Dan, blog ini adalah blog kedua aku setelah www.gurukecil.com.
Anak Kecil Main Game Mahjong ~ Bunda, terlalu idealis dengan keputusan untuk tidak screening time kepada anak itu SUSAH. Bagaimanapun kan memang aku melahirkan Intan di zaman yang apa-apa pasti nggak bisa lepas juga dari kemajuan IPTEK.
Saat nggak ada uang, otak itu pikirannya kemana-mana. Yang beli skincare lah, mau dibeliin sepatu lah, mau beli gamis buat yasinan lah. Padahal dompet kering kerontang. Kalian begitu ndak, sih? Apa memang aku aja yang ngalamin. Terus kalau ada dah ada duit, apa yang ada dipikiran lalu kemudian akan direalisasikan yang ada malah eman-eman. Iyaa... Aku banget itu. Jadi harus melalui pergulatan hebat dulu buat nambah koleksi sepatu maupun gincu.
![]() |
| By: trover.com |
Tentang destinasi wisata yang diimpikan di Indonesia, sebenarnya wisthlist mama tuh banyak. Dari ujung barat sampe timur juga pengen dijabanin semua. Tapi, mungkin memang belum waktunya bisa seperti dik Erina dan dik Mara yang bisa asyik plesiran kesana kemari. Bahkan gini, sesekali merasa envy lho melihat mereka asyik eksplore keindahan wisata di Indonesia.
Drama Pagi Sebelum Berangkat Sekolah ~ punya anak dengan level kerewelan yang bisa dibilang jarang tuh bikin bahagia. Tapi kalau lagi kumat, senam adrenalin ibu itu memang luar biasa ya.
Saya
pernah protes ke bapak kenapa nama saya ada “ribut”nya. Dan bapak bilang kalau
nama saya itu ada history yang mengiringinya. Ciyeh. Sayapun gak sekali dua
kali protes kenapa harus ada “ribut” dan itu jadi sasaran bully dari
teman-teman. Jujur aja saya malu, tapi apalah arti sebuah nama jika itu
pemberian orang tua.
Jadi
insan lagi dimabuk asmara tentu bikin dunia itu serasa tumbuh bunga di segala
penjuru, bukan? Apa-apa diperhatiin, mau kencan mesti dandan lama walaupun
hasil dandannya gitu doank. Yakali jaman belum kenal pensil alis dulu, kalau
dijemput pacar sih bawaannya cuek aja mau alis brudul penting bedak sama
lipgloss gak ketinggalan. Tapi seperti itu berubah semenjak saya mengenal
lelaki ganteng yang gagal ngajak kencan karena dilarang sama bapak. Hahaha..
kesian (kalau Intan baca ini mesti ketawa).
Papa mandiin
Intan? - iya bener papa yang mandiin. Biasanya harus diawali dengan drama debat perelakan antara saya dan
papa. Niat hati saya bisa pegang urusan lain, eh si papa ada aja alasannya mau
kasih makan burung lah, bersihin motor lah, endebla-endeblew.. tapi akhirnya
lelaki paling baik hati se jagad bimasakti itu bersedia mandiin Intan juga. Dan
saya bisa melipir buat luluran. Daki setebal 5cm siap dilibas selagi anak sama
papa nya.
Intanku,
Buat mama,
dengan adanya kamu itu seperti mama sekolah lagi. Buat mama sih awalnya sepele
aja ngejalani hidup bareng papamu. Tapi gak taunya, ternyata setiap hari ada
hal baru yang sebetulnya mama belum pernah nemuin di kehidupan mama. Dan itu sangat
menguras emosi, air mata, dan bahkan mama sering merasa lelah.
![]() |
| 1bulan |
Selama menjalani
masa sebagai mama baru, saya menemui banyak hal baru juga. Bisa dibilang memang
menjadi orang tua baru itu gak ada sekolahnya sih. Yang penting kita belajar
seiring berjalannya waktu aja. Banyak baca sana-sini, tanya sana sini, sampai
dengerin ceramah dari orang tua yang memang maha segalanya soal ngurus anak. Gak
jarang banyak banget perbedaan yang ditemui, jatuhnya malah membandingkan.
Inisiasi menyusu
dini alias IMD itu lagi gencar-gncarnya didengungin seiring banyaknya pihak
yang mulai pro ASI. Dari awal tahu kalau saya hamil saya udah janji sama diri
sendiri kalau saya menginginkan untuk memberikan ASI ke Intan. Dan Alhamdulillah…
Allah mendengar apa yang menjadi keinginan saya. sampai sekarang ASI masih
berproduksi dan Intan masih asyiik kenyot nenen mamah daripada dotnya.












