[copas postingan di blog mama dulu ya]
Pasca melahirkan dan pulang dari rumah sakit saya dan suami memutuskan untuk mengurus Intan sendiri. Tetap campur tangan ibu dan mbak masih saya perlukan karena masih banyak hal soal bayi yang belum saya pahami dan ketahui. Umumnya ibu-ibu pasca melahirkan di desa saya mengurus bayinya dengan mengundang dukun bayi dan dikontrak selama selapan. Selapan itu istilah jawa, kurang lebihnya 36 hari. Jadi setiap pagi dukun bayi datang ke rumah untuk memandikan, mijit, sampai nanti mencukur rambutnya.
Sebelumnya
aku berfikir bahwa perjalanan mengASIhi anakku akan berjalan begitu mulus.
Setelah ASI eksklusif akan aku lanjutkan dengan susu formula sebagai asupan
tambahan. Terlebih karena aku ibu pekerja dan harus meninggalkan anak barang
setengah hari saja. Dan aku rajin pumping demi asupan ASI cukup ketika
ditinggal kerja, beli susu formula dan cobain beberapa merk dengan harapan anak
mau. Tapi ternyata.... ngedot susah, bahkan setelah ASI eksklusif anakku
menolak susu formula.
Jadi
gini, sedikit mau cerita pengalaman jaman kecil mamak yang dibilang gokil ye. Bapakku
alias mbah koko nya Intan tuh sosok yang perfect bingit soal penampilan. Terlebih
kalau dandanin aku sebelum berangkat sekolah. Kok bukan ibu? ibu mah bagian rambut.
Kalau bapak kadang rambut dan bahkan seringnya bedakin. Jadi jangan ditanya
gimana hasil dandanan bapak ya. tau kan bedak merk Spalding yang wanginya awet
sampai sore, kemasannya putih dan tutupnya merah macam pentholan lolipop itu lah
ya. harganya di eraku sekitar 8500 rupiah, seus. Sekarang? Entah aku kok jarang
menemukan bedak legend yang menemani masa kecilku.